Your Visitor to

Minggu, 04 Desember 2011

Inter Milan 0-1 Udinese: The Thinker Man Menyerah

Penderitaan  Inter Milan di Serie A musim 2011/2012 semakin bertambah. Terpuruk di peringkat 15 pekan lalu, Nerazurri dipastikan tetap akan bertahan di posisi tersebut, atau bahkan lebih buruk jika tim di bawahnya menuai kemenangan.
Penyebabnya tak lain adalah kekalahan menyakitkan dari Udinese, di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu (4/12/2011) dinihari WIB. Gol tunggal yang membuat seluruh Internisti tertunduk lesu datang dari gelandang Mauricio Isla pada menit ke-73.
Gol tersebut menjadi satu rangkaian dramatis setelah sesudahnya ada dua tendangan penalti yang gagal dilakukan para eksekutor. Bomber andalan kubu Friuli, Antonio Di Natale secara tak terduga gagal menyelesaikan penalti pada menit ke-86. Paling fatal tentu saja ketidakberhasilan Giampaolo Pazzini menuntaskan hadiah tendangan 12 pas dari wasit Gervasoni pada menit ke-89, yang membuat tuan rumah harus mengalami kekalahan ke-6 musim ini. Bayang-bayang degradasi pun sudah semakin santer terdengar, sekaligus posisi Claudio Ranieri yang makin rawan untuk tersingkir pada transfer window II, bulan depan.
Usai pertarungan yang juga menghasilkan dua kartu merah untuk Javier Zanetti dan Damiano Ferronetti tersebut, allenatore La Beneamata, Claudio Ranieri menyiratkan sikap menyerah dan pasrah. Komentar-komentar yang diberikan eks Juventus, Chelsea dan Valencia ini seolah sudah memastikan mereka tak mampu lagi mengejar scudetto. Selisih 13 angka dengan AC Milan, belum lagi jika Juventus kembali menuai kemenangan tadi malam, tentu saja membuat kans semakin mengecil di tengah persaingan superketat di Lega Calcio musim ini.
"Apa yang harus kami lakukan sekarang adalah diam, melakukan evaluasi secara menyeluruh, lalu bekerja dan membiarkan tim lain menjalani musim ini dengan jalan mereka sendiri, sementara secara menyedihkan, Inter harus melalui rel sendiri, tanpa bisa berbuat banyak untuk merangsek ke papan atas. Saya pikir kami memang sudah keluar dari perebutan scudetto. Namun di balik itu, saya tetap berpikir positif, karena kami masih berpeluang untuk merebut gelar lain yang juga prestisius," ujar pelatih yang punya julukan The Thinker Man ini. Hal prestisius yang dimaksud Ranieri tentu saja gelaran Liga Champions.
Kesedihan memang tak bisa dipungkiri merasuk ke diri sang pelatih, karena sebelum laga krusial tersebut, ia berharap hasil positif yang didapat bisa membangkitkan gairah plus jadi awal kembalinya kubu Appiano Gentile ke tempat yang semestinya, yakni bersaing dengan AC Milan, Juventus, Napoli, Lazio dan AS Roma, bukan malah berseteru dengan tim-tim semenjana seperti Novara, Cesena, Lecce, Chievo, Siena dan Cagliari.
Kegagalan Pazzini memanfaatkan peluang emas terakhir menjadi titik perhatian. "Dia pasti tidak akan bisa tidur dalam dua atau tiga hari ke depan, namun setelah itu, saya yakin semuanya akan kembali seperti semula," imbuhnya.
Sebaliknya, kemenangan ini membuat Udinese menyamai catatan poin AC MIlan, 27 angka, dan mengancam posisi Juventus. "Kunci kemenangan kami adalah ketenangan untuk mengantisipasi permainan Inter sejak awal," kata pelatih Udinese, Francesco Guidolin.
Susunan pemain:
 
Inter:
Julio Cesar, Zanetti, Ranocchia, Samuel, Chivu (Stankovic 80'), Faraoni (Zarate 62'), Thiago Motta, Cambiasso, Alvarez (Nagatomo 46'), Pazzini, Milito

Udinese:
Handanovic, Benatia, Danilo, Ferronetti; Basta, Isla, Pinzi, Asamoah, Armero, Torje (Floro Flores 62'), Di Natale (Ekstrand 91')


Inter Milan 0-1 Udinese: The Thinker Man Menyerah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar